zonawidasworo

percaya dan resapilah

Bukan sekedar SAMPAH Februari 20, 2012

Filed under: kenangan,perenungan — rarasarumwidasworo @ 3:38 pm
Tags: ,

Asa bukan sekedar kenangan lagi saat ini, Ketika kelabu tetap menjadi kelabu. Walaupun telah terhiasi kelap-kelip hiasan yang gemerlap. Ketika terbayang diwaktu yang lampau,, kenangan ketika masih muda dahulu. terhenyak seketika penuh tanda tanya. Kenapa dunia begitu berubah? Ketika kesahajaan sudah tidak ada .. Ketika materi adalah segala-galanya. manusia berkembang begitu cepat. berkembang dari segi materi. Bukan dari segi moral yang terkukuhkan. Salah siapa ini? Bukan salah ibu mengandung ataupun salah pencipta yang dengan rela menciptakan kita. Kita yang salah. mengapa mau mengubah asa hanya menjadi sekedar SAMPAH. ketika harapan terkalahkan dengan nafsu dunia.

Jiwa rentan ini akan mudah terbimbangkan dengan sampah yang terlihat berharga. ketika beralasan merefreshkan pikiran. padahal pekerjaan tertumpuk banyak. Tapi apa sebenarnya esistensi seorang hidup di dunia. Bukankah hidup bahagia. Bila banyak yang berpikir bahwa dengan bekerja akan memperoleh kebahagiaan sebagai imbalannya apa yang akan terjadi? saya tidak pernah tahu.. wallahualam,,

sedikit cerita saja kemrin ibu Ra sms ,,, isinya gini

======Maaf ya,, ibu ga bisa bantu skripsi mu mbak.. pokoke sukses terus doa ibu selalu menyertai..===

Ra bales…gini

=====lho kok ibu minta maaf, seharusnya aku,, kemarin pas pulang ga bisa bantu2====

Ibu Ra  balesi lagi

====== ga papa kok ,mbak kan lagi sibuk,, buat ibu senyuman anak2 ibu itu sudah cukup buat ibu bahagia :)===

 

kalau dibaca berkali2 sms ibu Ra itu bikin nyesek banget,, ternyata kebahagiaan seorang ibu adalah melihat anak-anaknya tersenyum… Just a simple one,. how come?? padahal surga itu ditelapak kaki ibu……padahal ibu udah banyak berkorban buat Ra.. padahal selayaknya mereka memperoleh sesuatu dari kita ,,bukan sekedar senyuman. . . . . . . . . .

 

hmm Februari 11, 2012

Filed under: cerita,kenangan,pengalaman,perenungan — rarasarumwidasworo @ 4:30 pm
Tags:

RA- Benar-benar saat saya memulai untuk menulis post kali ini tepat jam 11:11 tanggal 11 o2 2o12. Bukan berarti tanggal itu berarti buat saya hanya saja hari ini adalah 2 hari menuju ulang tahun yang ke 22 saya. Jujur hari ini saya menemukan suatu pencerahan bukan lagi angan-angan. Bukan lagi sekedar mimpi yang selalu menghiasi tidur saya setiap malamnya. Bukan lagi perasaan tak seimbang antara dunia dan akhirat saya. Empat tahun sudah saya mengenakan jilbab. Sungguh terlalu terlambat memang bagi seorang perempuan muslimah untuk mau benar-benar menutup auratnya dengan sempurna. Dalam empat tahun ini pulalah saya mengalami pasang surut keimanan. Jujur terkadang saya tidak mengetahui apakah ini benar atau salah dimata agama saya, dan dihadapan Allah terutama. Banyak sekali hal yang sudah saya alami. Tapi  ilmu saya belumlah banyak, masih banyak hal yang harus saya cari.

Untuk empat orang sahabat di awal empat tahun silam yang selalu menemani,  saling melindungi saling menjaga dalam memaknai kehidupan awal di kota rantau dalam menuntut ilmu. Empat sahabat yang mempunyai  kebaikan hati dan keunikannya masing-masing.

Hati ini keruh empat tahun silam, namun berkat kalian (Bundo, Milan, Malin, mb Genk, dan SIFA) u all are my inspiration. Sedikit demi sedikit saya belajar  tentang kebersamaan, belajar tentang keikhlasan, belajar tentang kemandirian, belajar tentang harapan, belajar tentang keindahan, belajar tentang saling menghargai, belajar tentang bekerja keras, belajar  tentang keimanan, belajar tentang ketakwaan, dan masih banyak hal yang lainnya. Begitu indah persahabatan itu bagaikan mempunyai keluarga baru yang mampu menentramkan seperti di rumah.

Like a melody on the song, like the water in the river. Hidup saya harus mengalir, namun mengalir kearah mana seharusnya saya? Susah memang menjawab pertanyaan saya sendiri. Arah tujuanlah yang utama mungkin. Fajar dua hari yang lalu saya baru saja mendengarkan sebuah kajian tentang hidup yang bahagia dari ustadz Yusuf Mansyur. Untuk menujunya kita harus menentukan arah. Allah lah tujuannya. Apapun itu, apapun aktivitasmu, apapun isi hatimu, jadikan Allah sebagai tujuanmu. Carilah Allah. Dan kau akan menemukan kebahagiannmu. Dan kau tidak hanya mendapatkan dunia tetapi juga akhirat.

Menentukan arah itu, menentuka tujuan itu. Usaha apakah itu. Bismillahirohmanirrohim..bolehkah saya mencari Mu mulai dari sekarang…. Arah ku tujuanku mimpiku semoga hanya karena Mu..

 

 

Manusia Setengah Katak (MSK) Februari 6, 2012

Filed under: cerita,perenungan — rarasarumwidasworo @ 4:19 pm
Tags: ,

Kalo seorang Raditya dika bilang.. hidup ini bagaikan ikan salmon. yang maksudnya kita harus selalu berani move on untuk mencari kebahagiaan. Walaupun banyak rintangan salmon always berimigrasi untuk mencari kehidupan yang lebih layak. Memang ga ada salahnya tuh perumpamaan,, hemmm malah mengena sekali menurut saya, buku yang baru-baru ini dirilis ma si kambing ini sungguh menyentuh sekali, nulisnya mesti pake perasaan (red: ga pake tangan??)[mirip poconggg aja yah].

akan tetapi kalau menurut saya sih, hidup saya ini bagaikan katak. Katak hidup di dua alam yang berbeda. kalian pasti udah pada tau kalo idup katak di air ma di darat. Hemm kadang saya suka bayangin kalo misal jadi katak, pasti di badan rasanya ga enak banget,, basah2 gitu tiap hari,,hiiii,,,,Alhamdulillah terlahir sebagai manusia (red: bukannya manusia setengah salmon atopun manusia setengah katak). Gini2 penjelasannya begini: saya hidup 2 alam juga, as we know saya kuliah di kota padahal saya lahir di desa. Bayangin aja, perbedaan antara kedua kubu ini sangatlah jauh. desa dengan berbagai panorama hijau nan asri dibandingkan kota dengan panorama pertokoan dan kendaraan yang metropolis (red: Saya tidak akan membandingkan kota solo dengan kota besar di Indonesia lainnya). orang desa yang ramah dan bersahaja dibanding orang kota yang individualis dan modis. #envymodeon. no I don’t think that village is better than town  dan kebalikannya.

Saya rasa kota dan desa masing-masing punya proporsi masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan yang sesuai. saya salah satu orang yang sangat beruntung karena bisa menikmati kedua alam ini,, hemm kurang lebih hingga 21 tahun ini saya kira. Saya bisa dengan tenang menghilangkan kepenatan ketika di kota dengan beristirahat di desa. Saya juga dapat berkembang dengan banyak belajar bagaimana hidup mandiri di kota. Walaupun terkadang begitu susahnya meninggalkan desa dan harus move on ke kota kembali.

Tapi seperti kata orang-orang kalau hidup harus diperjuangkan. Seperti halnya salmon yang move on. Seperti halnya katak yang walaupun berlendir dan basah dia tetep mensyukuri keadaannya. all of them tetap menjalani hidup dengan bahagia