zonawidasworo

percaya dan resapilah

Pesan Dari Ayah April 6, 2012

Filed under: kenangan,kuliah,perenungan — rarasarumwidasworo @ 7:27 am
Tags: , , ,

Saat-saat ini merupakan saat-saat saya merindukan kuliah di kelas dengan rekan-rekan mahasiswa lain. Ternyata masa-masa yang membosankan itu merupakan hal yang indah untuk dikenang. Masa ketika mendengarkan ceramah dosen yang super lama, terus malah ditinggal kirim-kiriman surat pendek sama teman, ngerjain tugas bareng , macem-macem pokokknya. Walaupun ada beberapa hal yang membuat saya kecewa pada saat itu. Inilah sedikit ungkapan dari saya ketika saya masih semester 5, saya adalah salah satu dari sedikit mahasiswa yang berusaha untuk jujur dan tidak tau akan hasil dari kejujurannya.

Berusaha untuk selalu sabar dan tawakal itu memang penting dan bagus sekali apabila itu memang benar-benar dilakukan oleh seseorang, akan menjadi tentram dunia ini apabila banyak manusia yang melakukan hal yang serupa seperti itu.

Namun terkadang seseorang akan merasa marah dan tidak terima apabila ia diperlakukan tidak adil dan semena-mena. Memang permasalahannya disini hanyalah masalah nilai, nilai bagi kami mahasiswa adalah masalah hidup dan mati karena pengorbanan kita selama 6 bulan akan terlihat pada selembar kertas KHS yang bagi sebagian dosen itu hanyalah selembar kertas biasa seperti dengan kertas undangan yang terkadang tak dihiraukan dan tidak dicermati dan kemudian dibuangnya. Begitu berbeda ketika dosen menerima slip gaji dan begitu mencermati nomina seharusnya penerimaan gaji pada setiap bulannya.

Apakah sebegitu susahnya memberikan sedikit perhatian kepada mahasiswanya yang sebenarnya sangat membutuhkan hal itu. Walaupun hanya sekedar berkata “ seharusnya mahasiswa ini tak pantas mendapat nilai ini” atau bahkan “ sudah pasti nilaimu seperti ini karena kemalasanmu” tapi saya sedikit berharap perkataan pertamalah yang akan keluar dari bibir dosen yang terhormat.

Saya juga tidak begitu menyalahkan  ketika dosen yang terhormat itu memberikan nilai yang kurang pantas terhadap saya. Mungkin benar ungkapan “ Karena nila setitik rusak susu sebelanga “ dan mungkin juga dosen yang terhormat ini ingin memberitahukan pada saya bahwa peribahasa-peribahasa yang selalu diajarkannya adalah kebenaran dan merupakan azas hidupnya. Hal ini terjadi karena saya hanya mengopy paste tugas teman yang tersayang (untuk ade2 ku don’t try this at home) tugas yang saya begitu menyepelekannya.

Sudah menjadi rahasia umum dosen yang terhormat ini terkenal akan pelitnya memberikan score terhadap mahasiswanya. Begitu pun usaha yang dilakukan, sebaik apapun dia kepada dosen, saya kira paling pol nilai yang diterima dalah B. saya sedikit pesimis sehingga tidak begitu menyanjungnya. Walaupun begitu saya tetap jujur dalam mengerjakan tugas dan tes yang diberikan dosen yang terhormat ini. Saya meyakini ada Allah sehingga saya berpikir untuk apa nyontek atau curang padahal penilaian kita tidak hanya di dunia ini. Saya tidak bermaksud untuk mejelekkan atau  memojokkan teman2 yang tidak jujur ya.. bukankah kita ini calon guru kenapa sie begitu sulitnya bersikap menjadi seorang guru.

Ada sedikit masukan dari ayah saya yang memang beliau dulu adalah seorang guru dan Alhamdulillah sekarang beliau sudah menjadi seorang kepsek. Setiap kali saya pulang dengan berbagai gejolak permasalahan, beliau senantisa menenangkan hati saya untuk selalu sabar dan ikhlas dalam melakukan kebaikan. Di kala itu saya sedikit curhat tentang perilaku teman yang menyeleweng, lalu ayah saya berkata dengan tenang “ nduk cah ayu, hidupmu di dunia ini hanyalah mampir ngombe, mampir ngombe ki ga suwe, mung sedelok alias sakelebat. Ngapa kowe dadak gak matuhi aturan, mung ngrekasakke awakmu dewe. Ditambah meneh nduk tingkah lakumu bakal ditiru muridmu suk mben yen dadi guru. Coba kowe sregep sak iki ,,, ya muga- muga muridmu dadi sregep melu kowe.. tapi nek kowe beleren lan seneng nirun , aku ya ra nanggung,, mbuh coba muridmu bakal iso wae niru tingkahmu seng ala kuwi mau. Dosamu ora mung pisan eh malah kelipet-lipet. Dadi cah ayu, mendingo kowe dadi bocah sing lurus-lurus wae, bapak mung iso dongo kowe dadi uwong sukses amarga kejujuranmu lan muridmu niru tingkah becikmu”

Kurang lebih arti dari pesan ayah saya seperti ini:

Anakku yang cantik, hidup di dunia hanyalah sebentar. Layaknya orang yang mampir untuk minum. Kenapa kamu tidak taat aturan saja, kalau tiadak taat hanya akan menyusahkan hidupmu. Lagian tingkah lakumu yang sekarang akan ditiru oleh muridmu, kalau nanti kamu akan menjadi guru. Kalau kamu rajin sekarang semoga muridmu annti menurun kebaikanmu. Hati-hati karena semua tingkah lakumu akan ditiru oleh muridmu. Seandainya kamu berbuat yang melenceng dan ditiru muridmu dosamu akan berlipat-lipat. Jadi kamu jadi orang yang lurus-lurus saja. Bapak Cuma bisa mendoakan agar kamu menjadi sukses karena kejujuranmu dan muridmu meniru kebaikanmu”

terimakasih ayah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s