zonawidasworo

percaya dan resapilah

Gerund September 25, 2019

Filed under: kuliah,mengajar,pengalaman — rarasarumwidasworo @ 12:56 pm

Sebenarnya ini postingan saya waktu masih jaman alay dan muda (tsah kibas jilbab) ga tau kenapa iseng-iseng buka draft di blog saya ini dan ternyata tulisan yang satu ini lumayan berfaedah.. soo I decide to post this draft, but really sorry for the BAHASA yang amburadul dan sangat tidak dewasa.. chek it out 🙂

.

.

.

.

.

.

ini tu ya materi hari ini pas ngelesi anak kelas 7 smp si Kevin yang super jail n narsis..
ga nyangka banget kebetulan hari ini saya juga ada ujian bahasa inggris gitu,, eh banyak yang keluar tentang si gerund ini.. buat kalian yang mau lebih tau tentang mb gerund ini yuk mari ikuti saya 😀
gerund is a kind of noun which come from verb… atu bahasa indonesianya kata kerja yang dibendakan
caranya verb ditambah ing( V+ing)

lho lho kok bisa?

udah pada tau kan kalo sentence.. ato kalimat dalam bahasa inggris selalu mengandung Subject, verb, object and kadang ada adverb atopun adjectivenya
nah kadang ada kalimat yang bikin confused gitu soalnya kita mikirnya kalo subjek mesti makhluk,, entah itu idup mati atopun halus,, hii ngerii

nah gara2 mb gerund ini kadang kita bingung

coba sekarang saya punya kalimat gini
” Kevin is singing dangdut music”
subjecnya jelas si kevin yang alay, verbnya juga jelas (is singing) nyanyi2 gitu. nah objecnya kan dangdut music..

dan yang satu ini
” singing dangdut music is a nice activity”

nah loh.. bingung ndak?? subjec yang mana verb yang mana…

saya juga bingung,,,
kalo dipantengin singing from sing+ing(its gerund right!)

gerund di sini berfungsi sebagai subjek

contoh lain gerund sebagai subject ya…
“sleeping is the most favorite kevin’s activity”

ato gini lagi

“smoking will ruin your health”

jelas ndak???
mudheng apa mubeng..haha
nah yang kedua gerund sebagai Object

yang satu ini sedikit pengecualian ada beberapa kata kerja yang sering diikuti oleh si gerund
nih lo
” enjoy”=====> “kevin enjoy singing dangdut music”
“love”=======> “kevin love sleeping at noon”
“feel”=======> “kevin feel trembling when he met cimot”
“like” =======> “kevin like making a joke”
“avoid” =======>”kevin avoid talking about his girlfriend”
” delay” =======>” kevin delay visiting his girlfriend because he attand to the course”
“stop”=========> ” kevin stop crying when I give him some candy”
“pospone” =======>” kevin postpone meeting with me”
” quit” ==========> buat sendiri contohnya.. jangan malas belajar… 😛
” finish” =========>” kevin finish
“keep” ==========> buat sendiri contohnya.. jangan malas belajar… 😛
“start” ==========> buat sendiri contohnya.. jangan malas belajar… 😛
” consider” ==========> buat sendiri contohnya.. jangan malas belajar… 😛
“mind”==========> buat sendiri contohnya.. jangan malas belajar… 😛
” discuss”==========> buat sendiri contohnya.. jangan malas belajar… 😛
etc

oh ya ada lagi lho setelah preposition
in
on
about
while
before
after
up
to
of
off
for
besides
by
nah harus diubah jadi gerund juga ^^

 

time’s up
time to study !!

 

 

 

 

 

 

Iklan
 

makalah prota promes

Filed under: Uncategorized — rarasarumwidasworo @ 12:47 pm

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………….1
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………….3
BAB II ISI……………………………………………………………………………….4
A.Program Tahunan ( PROTA)………………………………………………………….4
B.Program Semester (PROMES)…………………………………………………………8
CLangkah-langkah Penyusunan PROTA dan PROMES……………………………….10
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………..11

BAB I
PENDAHULUAN

Perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu rangkaian yang saling berhubungan dan saling menunjang antara berbagai unsur atau komponen yang ada di dalam pembelajaran. Dengan kata lain, perencanaan pembelajaran merupakan suatu proses mengatur, mengkoordinasikan, dan menetapkan unsur-unsur atau komponen-komponen pembelajaran. Komponen perencanaan pembelajaran adalah tujuan, bahan ajar / materi, strategi atau metode, dan penilaian atau evaluasi.
Setelah memahami betul apa yang dimaksud dengan perencanaan pembelajaran dan komponen-komponen pokok yang harus ada dalam perencanaan tersebut, selanjutnya pendidik dituntut untuk memahami bagaimana mengemas atau mengkoordinasikan komponen-komponen tersebut sehingga menjadi sesuatu perencanaan yang utuh yang akan menjadi pedoman dalam melaksanakan proses belajar-mengajar.
Kegiatan pembelajaran di sekolah dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu (terjadwal). Karena itu maka apa yang akan dilakukan dalam suatu kegiatan pembelajaran perlu disusun dalam suatu program, baik yang sifatnya membutuhkan waktu belajar yang lama (misalnya 6 tahun untuk sekolah dasar, 3 tahun untuk sekolah lanjutan tingkat pertama, dan seterusnya), maupun program yang lebih singkat seperti program tahunan, program semesteran dan program mingguan atau program harian.
Pada pembahasan kali ini akan dibicarakan tentang program tahunan dan program semester yang kerap kali digunakan sebagai dasar pembuatan silabus yang merupakan dasar pembuatan RPP.

BAB II
ISI

A. Program Tahunan ( PROTA)
1. Pengertian Program Tahunan
Program tahunan (PROTA) merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, yang dikembangkan oleh guru matapelajaran yang bersangkutan sebagai pedoman bagi pengembangan program-program selanjutnya, seperti program semester, program mingguan, dan program harian atau program pembelajaran setiap pokok bahasan.
Program tahunan memuat penjabaran alokasi waktu tiap-tiap standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk tiap semester dan tiap kelas selama satu tahun pelajaran. Program tahunan selanjutnya dijabarkan secara rinci pada program semester. Program tahunan dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran dimulai, karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya. Program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan (Mulyana, 2004 : 95).
2. Komponen Program Tahunan
Setidaknya dalam menyusun Prota, komponen yang harus ada sebagai berikut:
a. Identitas (mata pelajaran, kelas, tahun pelajaran)
b. Format isian (semester, standar kompetensi, kompetensi dasar, matei pokok, dan alokasi waktu).
3. Sumber Pengembangan Program Tahunan
Daftar standar kompetensi sebagai konsensus nasional, yang dikembangkan dalam buku garis-garis besar program pengajaran (GBPP) setiap mata pelajaran yang akan dikembangkan.
a. Skope dan sekuensi setiap kompetensi. Untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan materi pembelajaran. Materi pembelajaran tersebut disusun dalam pokok-pokok bahasan dan sub pokok bahasan, yang mengandung ide-ide pokok sesuai dengan kompetensi dan tujuan pembelajaran. Pokok-pokok bahasan dan sub-sub pokok bahasan tersebut harus jelas skope dan sekeuensinya. Skope adalah ruang lingkup dan batasan-batasan keluasan setiap pokok dan sub pokok bahasan, sedangkan sekuensi adalah urutan logis dari setiap pokok dan sub pokok bahasan. Pengembangan skope dan sekuensi ini bisa dilakukan oleh guru, dan bisa dikembangkan dalam kelompok kerja guru (KKG). Sebagai pedoman berikut dikemukakan pendapat Sukmadinata (1988) tentang cara menyusun sekuensi bahan ajar:
1) Sekuens kronologis. Untuk menyususn bahan ajar yang mengandung urutan waktu, dapat digunnakan kronologis. Peristiwa-peristiwa sejarah, perkembangan historis suatu instusi, penemuan-penemuan ilmiah dan sebagainya dapat disusun berdasarkan sekuens kronologis.
2) Sekuens kausal. Sekuens kausal berhubungan dengan kronologis. Peserta didik dihadapkan pada peristiwa-peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu daripada sesuatu peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu para peserta didik akan menemukan akibatnya Menurut Rowntree (dalam Mulyasa, 2003: 96) sekuens kausal cocok untuk menyusun bahan ajar ddalam bidang meteorologi dan geomorfologi.
3) Sekuens struktural. Bagian-bagian bahan ajar sesuatu bidang studi telah mempunyai strukturnya. Dalam fisika tidak mungkin mengajarkan alat-alat optik, tanpa terlebih dahulu diajarkan pemantulan dan pembiasan cahaya. Masalah cahaya, pemantulan-pembiasan, dan alat-alat optik tersusun secara struktural.
4) Sekuens logis dan psikologis. Bahan ajar juga dapat disusun berdasarkan urutan logis. Menurut sekuens logis bahan ajar dimulai dari bagian kepada keseluruhan, dari yang sederhana kepada yang kompleks, tetapi menurut sekuens psikologis sebaliknya dari keseluruhan kepada bagian, dari yang kompleks kepada sederhana. Menurut sekuens logis bahan ajar disusun dari yang nyata kepada yang abstrak, dari benda-benda kepada teori, dari fungsi kepada struktur, dari masalah bagaimana kepada masalah mengapa.
5) Sekuens spiral. Dikembangkan oleh Bruner (1960). Bahan ajaran dipusatkan pada topik atau pokok bahasan tertentu. Dari opik atau pokok bahasan tersebut bahan diperluas dan diperdalam. Topik atau pokok bahan ajaran tersebut adalah sesuatu yang populer dan sederhana, tetapi kemudian diperluas dan diperdalam dengan bahan yang lebih kompleks dan sophisticated.
6) Rangkaian ke belakang (backward chaining). Dikembangkan oleh Thomas Gilbert (1962). Dalam sekuens ini mengajar dimulai dengan langkah terakhir dan mundur ke belakang. Contoh pemecahan masalah yang bersifat ilmiah meliputi: (a) pembatasan masalah, (b) penyusun hipotesis, (c) pengumpulan data, (d) pengetesan hipotesis, dan (e) intreprestasi hasil tes. Dalam mengajar mulai dengan langkah (e), kemudian guru menyajikan data tentang sesuatu masalah dari langkah (a) sampai (d), dan peserta didik diminta untuk membuat intreprestasi hasilnya (e). pada kesempatan lain guru menyajikan data tentang masalah lain dari langkah (a) sampai (c), dan peserta didik diminta untuk mengadakan pengetesan hipotesis (d), dan seterusnya.
7) Sekuens berdasarkan hierakhi belajar. Model ini dikembangkan Gagne (1965) dengan prosedur tujuan khusus utama dianalisis, dan dicari suatu hierakhi urutan bahan ajaran untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Hierakhi tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai peserta didik, berturut-turut sampai pokok-pokok bahasan tertentu hierakhi juga dapat mengikuti hierakhi tipe-tipe belajar dari Gagne. Gagne (1970) mengemukakan delapan tipe belajar yang tersusun secara hierakhis mulai dari yang paling sederhana: ”signial learning, stimulus respos learning, motor-chain leraning, verbal association, multiple discrimination, concept learning, principle learning, dan problem solving learning ”.

Kalender pendidikan. Penyusun kalender pendidikan selama satu tahun pelajaran mengacu pada efisiensi, efektifitas, dan hak-hak peserta didik. Dalam kalender pembelajaran, termasuk waktu libur, dan lain-lain. Dengan demikian, dalam menyusun program tahunan perlu memperhatikan kalender pendidikan. Hari belajar efektif dalam satu tahun pelajaran dilaksanakan dengan menggunakan sistem semester (satu tahun pelajaran terdiri atas dua kelompok penyelenggara pendidikan) yang terdiri atas 34-38 minggu.

Berdasarkan sumber-sumber tersebut, dapat ditetapkan dan dikembangkan jumlah kompetensi, pokok bahasan dan waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pokok dan sub pokok bahasan, jumlah ulangan, baik ulangan umum maupun ulangan harian, dan jumlah waktu cadangan.
4. Format Penyusunan Program Tahunan
Dalam perkembangan dan pengkajian penyusunan Prota, terdapat beragam alternatif format program tahunan. Dengan demikian guru memiliki kebebasan dalam menentukan format Prota. Format berikut ini, diadopsi dari berbagai contoh format yang pernah ada:

PROGRAM TAHUNAN
Satuan Pendidikan : ……………..
Mata Pelajaran : ……………..
Kelas : ……………..
Tahun Pelajaran : ……………..
Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok Alokasi

Mengetahui Semarang,………………………

Kepala Sekolah Guru Kelas
_________________ ______________________
NIP. NIP.

Secara sederhana teknik pengisian format di atas dapat dilakukan dengan melihat kurikulum utuh yang terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang di dalamnya terdapat Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar tiap mata pelajaran.
Yang tidak kalah pentingnya adalah mencermati alokasi waktu tiap mata pelajaran yang sudah diatur dalam Standar Isi khususnya dalam bab II tentang struktur kurikulum. Dari alokasi waktu tersebut bisa dilihat bahwa dalam satu tahun pelajaran jumlah minggu efektif berkisar 34-38 minggu.
Setelah mengetahui jumlah minggu efektif, langkah berikutnya adalah memetakan kompetensi dasar. Ada berapa kompetensi dasar dalam satu semester kemudian kita kaji kompetensi dasar mana yang memiliki substansi materi yang lebih berat. Hal tersebut kita lakukan untuk menentukan alokasi waktu.
Yang memerlukan pemikiran serius dalam penyusunan program tahunan adalah menentukan materi pokok. Hal ini lantaran dalam KTSP tidak terdapat materi pokok (layaknya KBK). Guru diberi kesempatan yang luas untuk mengapresiasi materi pokok dengan mengacu pada kompetensi dasar. Seperti dikatakan Trimo (2001) bahwa guru bukan tukang mengajar, guru juga bukan pawang. Tetapi, guru adalah ’koki’ dalam pembelajaran sehingga mutlak untuk meramu dan mendesain pembelajaran bermakna.
Yang terjadi di lapangan, proses penentuan materi pokok dilakukan menggunakan alur balik. Seperti mencari materi pokok dalam buku atau melihat materi pokok di KBK, baru menuliskannya dalam program tahunan. Langkah ini sebenarnya kurang efektif manakala guru akan belajar menjadi ’koki’ dalam pembelajaran.
Diskusi dengan teman sejawat dan pembahasan dalam kegiatan KKG akan membantu guru-guru dalam merumuskan materi pokok sehingga program tahunan yang dirumuskan tiap sekolah merupakan refleksi dari kebutuhan siswa. Selebihnya, program tahunan yang didesain akan memberi nuansa dan aura positif bagi pengembangan visi dan misi sekolah.
B. Program Semester (PROMES)
1. Pengertian Promes
Program semester (PROMES) adalah program yang berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester merupakan penjabaran dari program tahunan. Sehingga Promes tidak bisa disusun sebelum menyusun prota. Isi dari program semester adalah tentang bulan, pokok bahasan yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan, dan keterangan-keterangan.

2. Komponen Program Semester
a. Identitas (satuan pendidikan, mata pelajaran, kelas/semester, tahun pelajaran)
b. Format isian (standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, jumlah jam pertemuan (JJP), dan bulan).
3. Format penyusunan dan Pengembangan Program Semester
Seperti program tahunan, program semester juga banyak alternatifnya. Berikut disajikan format program semester yang disarikan dari berbagai model yang ada :
PROGRAM SEMESTER
Satuan Pendidikan : ……………………..
Mata Pelajaran : ……………………..
Kelas/Semester : ……………………..
Tahun Pelajaran : ……………………..
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator JJP Bulan (6bulan)
1 2 3 4

Mengetahui Semarang,………………………

Kepala Sekolah Guru Kelas….
_________________ ______________________
NIP. NIP.

Secara sederhana teknik pengisian program semester di atas juga sama seperti program tahunan. Beberapa komponen yang sudah ada dalam program tahunan tinggal memindah saja (SK, KD, Materi Pokok). Yang perlu pencermatan adalah perumusan indikator dan pemerian materi ke dalam bulan selama satu semester.
Indikator dalam program semester harus dirumuskan guru sesuai dengan karakteristik siswa. Indikator ibarat tujuan instruksional khusus (TIK) dalam pembelajaran sehingga perumusannya akan lebih efektif apabila menggunakan kata kerja operasional (KKO), seperti menjelaskan, menyebutkan, menganalisis, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan sejenisnya.
C. Langkah-langkah Penyusunan PROTA dan PROMES
Secara umum cara menyusun program semester dan program tahunan adalah sebagai berikut :
1. Hitung alokasi waktu dalam setahun berdasarkan kalender pendidikan yang diterbitkan oleh satuan pendidikan. Hal – hal yang diperhatikan adalah :
a. banyaknya pekan dalam setiap bulan
b. jumlah pekan efektif per bulan (pekan dimana terjadi KBM)
c. jumlah pekan tidak efektif (pekan dimana tidak terjadi KBM misal HUT Sekolah, hari libur umum dll)
d. total pekan, pekan efektif, pekan tidak efektif per tahun.
2. Hitung alokasi waktu per semester Hal-hal yang diperhatikan sama dengan perhitungan alokasi waktu dalam setahun.
3. Menentukan jumlah jam efektif per semester lal-hal yang diperhatikan adalah :
a. Banyaknya pekan efektif pada perhitungan alokasi waktu per semester dikurangi pekan tidak efektifnya. Contoh : Pekan dalam semester ini 26 pekan, yang tidak efektif b. Pekan maka pekan efektif adalah 26-9 =17 Pekan.
b. Jam efektif semester adalah hasil perkalian pekan efektif dengan jumlah jam pelajaran per minggu. Misal : Fisika kelas VII Jumlah jam per minggu 2 jam/ kelas. Maka jam pelajaran efektif per semester adalah 17 x 2 jam pel = 34 jam pel.
4.Distribusi alokasi waktu hal-hal yang diperhatikan adalah :
a. Hitung banyaknya kompetensi dasar dalam semester berjalan.
b. Tentukan kedalaman dan keluasan materi pada Kompetensi Dasar tersebut.
c. Sebarkan jam efektif yang telah dihitung pada setiap Kompetensi Dasar berdasarkan keluasan dan kedalamannya.
DAFTAR PUSTAKA

Afandi, Muhammad. 2009. Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Dasar. Jurnal Ilmiah Kependidikan, Vol. I, No. 2 : Khazanah Pendidikan.
Hendra Mustaqim, Andika . 2009. Analisis Program Tahunan, Semester dan Alokasi Waktu.(online (http://nyongandikahendra.blogspot.com/ diakses tanggal 03 Desember 2010)
Tio. 2009. Mengenai penyusunan program semester?. Online(http://id.answers.yahoo.com)diakses tanggal 06 Desember 2010)
Trimo. 2008. Teknik Menyusun Program Tahunan dan Program Semester (Sebuah Refleksi Pentingnya Perencanaan yang Berkualitas)(online (http://trieelangsutajaya2008.wordpress.com/feed/ diakses tanggal 06 Desember 2010)

 

Bapak, Kami dan CA Esofagus September 11, 2019

Filed under: Uncategorized — rarasarumwidasworo @ 3:28 pm

Rasanya baru kemarin kami bercanda, tentang bagaimana dulu sering kami menertawakan hal-hal kecil. Lalu semenjak bapak terdiagnosa kanker esofagus sekitar 17 bulan yang lalu, rumah terasa suram dan pekat. Masih segar diingatan saya ketika itu, ketika bapak bercerita (bukan mengeluh) tentang lamanya makanan yang ia telan seperti tersangkut ditenggorokan. Beliau harus bersabar menunggu sekitar 1/2 jam agar makanan bisa turun ke perut. Kala itu ada perasaan mengganjal di benak saya.

Saya ingin berpikir positif, mungkin bapak hanya kesereten biasa, tapi semakin sering beliau merasakan ketidaknyamanan itu. Kami, anak-anak bapak dan ibu menyarankan beliau untuk periksa. Saya yang mempunyai bayi yang belum genap 2 tahun tak bisa membantu apa-apa, hanya menemani beliau dan bercanda ketika beliau dirumah, saat itu bapak masih aktif di sekolah. Disela-sela kesibukannya bapak bolak balik kerumah sakit, kalau saya hitung kurang lebih 1 bulan , hingga bapak harus melakukan biopsi. Ketika mendengar biopsi pertama kali dari mulut bapak, hati saya mencolos, tidak bisa berkata apa-apa, menangis dalam hati. Menurut sepengatahuan saya saat itu tentang biopsi adalah tentang kanker.

Saya berdoa, semoga bapak tidak sakit parah, bapak kembali sehat seperti semula. Namun Allah berkehendak lain, setelah bapak opname sekitar 3 hari di RSUD untuk biopsi dan mendapatkan hasil pemeriksaan yang entah berapa hari kemudian baru keluar. Bapak hanya menjelaskan kepada saya dan ibu bahwa beliau mempunyai tumor di area esofagus. untuk seberapa parah bapak tidak bercerita. Untuk mendapatkan pengobatan bapak kembali terpontang panting, dilempar kesana kemari hingga beliau dirujuk ke rumah sakit yang berada di pusat kota. Saya takut terjadi sesuatu yang parah. saya takut bapak menderita. dari saat itu saya sering menangis di kamar, tanpa suara, tanpa isakan, dan itu membuat hati saya semakin sakit.

Bapak menderita kanker esofagus stadium IV. Saat itu bapak sudah mulai kesusahan menelan makanan. Bulan Desember 2017 Kami ikut bapak diboyong kakak laki-laki saya ke jogja untuk menemani beliau berobat disana. Saya belum bercerita, saya sudah bersuami, namun karena kebesaran hati suami saya, saya diizinkan untuk tinggal untuk menemani Bapak selama yang saya inginkan. Walaupun saya tidak pernah menemani bapak opname, walaupun saya hanya dirumah. Semoga saat itu bapak merasakan keberadaan saya dan Rafif anak saya yang menanti  dan mendoakan beliau dirumah.

Januari 2018 Bapak dioperasi. Kala itu operasi berlangsung selama 8 jam. Tergolong operasi besar dan sangat riskan. Kami hanya bisa pasrah apapun yang terjadi. Allah maha baik. Allah maha baik, saya yakin semua hal yang terjadi saat itu adalah yang terbaik bagi bapak dan kami.

Sel kanker yang diderita bapak sudah sangat besar dan menyebar hingga 17 cm panjangnya sepanjang jalan makan dari lambung. Tim dokter sama sekali tidak melakukan tindakan pengangkatan. Operasi yang berlangsung sangat lama, namun tidak dilakukan apa-apa, kami yang awam tentang itu hanya bisa menyerahkan segala keputusan kepada tim medis. Saat operasi tersebut bapak dipasangi selang langsung ke lambung sebagai jalan makan beliau. Awalnya bapak sangat sulit menerima hal tersebut, lambat laun bapak mulai mau makan dan minum melalui selang tersebut.

Setelah operasi pemasangan selang tersebut. sekitar sebulan bapak dalam masa pemulihan. Mulai Februari 2018 bapak menjalani kemo hingga berkali-kali dengan harapan mampu memperkecil sel kanker. sebulan sekali, selama 5 hari bapak bolak balik opname untuk kemoterapi. Lalu pulang dengan jarak 1 minggu untuk kontrol dan 1 minggu kemudian kemoterapi kembali selama 5 hari ini berlangsung 6 kali. Sekitar 6 bulan bapak merasakan betapa menyiksanya kemoterapi. Untuk seorang yang berjiwa besar dan penuh semangat seperti bapak. untuk segala kekuatan yang baliau miliki kami sangat merasakannya, kami sangat merasakan betapa beliau tidak ingin memperlihatkan betapa sakitnya beliau. Betapa beliau tidak ingin melihat orang-orang disekitarnya merasakan kesedihan.

Hasil evaluasi terakhir, tidak begitu membuat hati kami lega, walaupun bapak sudah mulai bisa menelan makanan kembali. Akhirnya bapak harus kembali di kemoterapi 6 kali lagi. bedanya untuk kemo yang tahap 2 ini bapak tidak perlu opname. Sangat berterimakasih kepada adik perempuan saya, anak ke 3 bapak. Ia sampai resign dari pekerjaannya di Jakarta untuk menemani bapak dirumah dan merawat beliau bersama ibu. Saat itu saya dan anak saya kembali untuk tinggal   bersama suami saya. Berat tapi apapun itu harus tetap dijalani. Semua hal untuk pelajaran, semua hal untuk mendewasakan. Kami saat- saat itu selalu berpikir , kami hanya menjalani hari itu, tidak ingat tentang kemarin dan tidak ingin mencurigai apapun tentang hari esok. Yang kami ingat adalah bagaimana menjadi sepercik semangat yang mengobarkan api semangat bapak sewaktu beliau merasa padam.

Enam kali kemoterapi tahap kedua telah beliau selesaikan pada Januari 2019. Bapak masih bisa makan seperti biasa dan masih menunggu lama agar bisa turun ke lambung. Fisik beliau jangan tanyakan lagi, begitu kurus, berat badannya turun drastis, yang sebelumnya 75 kg saat itu sudah menjadi 54 kg. Beberapa kali saya kembali pulang untuk menjenguk bapak, sering saya melihat area sekitar perut beliau memerah seperti iritasi dan terluka (yang saya rasakan perih) namun bapak hanya meringis ketika itu tanpa keluhan lalu tersenyum getir. Kulitnya kering, menghitam sampai pembuluh darah yang terlewati obat kemo sangat jelas biru kehitaman tergaris sepanjang lengan, rambut mulai rontok, bapak terlihat sangat ringkih diluar tapi yang sangat saya syukuri bapak berjiwa besar sangat kuat dalam menghadapi cobaan tersebut. Bapak tetap sholat 5 waktu, malah lebih sering ke masjid dan sering mengaji dan mendengarkan ceramah di tv. Bapak ingin kembali baru, menjadi baru yang lebih baik.

Februari 2019, adik saya Sita menikah. Acara yang sederhana sesuai keinginannya. Setelah acara tersebut, Bapak tetap masih ringkih dan sering menyendiri di kamar. Namun saya sangat sedih saat sita harus mengikuti suaminya yang sudah PNS di Jakarta. Saya tidak bisa kembali pulang, saya merasa bukan anak berbakti, tapi bapak pernah bilang ke saya ketika itu ” Bapak atine seneng banget, anak bapak akhirnya cita-citanya tercapai juga. atine bapak mak cles pas mbok kabari ketompo CPNS”.Ya Allah saat itu  apakah hanya ini satu-satunya kebahagiaan yang mampu saya berikan kepada bapak saya. Semoga tidak, semoga ada hal-hal lain dari saya sebelumnya yang mampu membahagiakan bapak. Semoga ya Allah, semoga saya masih dianggap berbakti oleh beliau hingga akhir beliau. Astaghfirullah… maafkan anakmu ini ya pak yang belum mampu membahagiakanmu.

Betapapun kami anak-anak bapak ingin menemani beliau sampai saat-saat yang terpuruk pun. Pada akhirnya kami hanya bisa mendoakan dari jauh. Bapak tidak lagi mau di kemo ” Bapak wes kesel nduk” ucap bapak. tapi tetap saja beliau tidak ingin membuat hati anak-anaknya sakit. Beliau bercerita bahwa beliau mengkonsumsi herbal. mungkin ini usaha yang terakhir yang beliau lakukan. Tapi memang benar, ketika saya pulang, bapak dengan semangat untuk sembuh rajin mengkonsumsi berbagai macam herbal untuk kanker. Selang di perut satu-satunya jalan semua nutrisi masuk ke dalam tubuh beliau. Dengan kecirihpayahan beliau bertahan hingga akhirnya berulang kali drop dan harus sering keluar masuk rumah sakit.  Bapak , seberapapun menderitanya dirimu kala itu hingga engkau dipanggil kembali kepada Yang Maha Kuasa semoga mampu membakar dosa-dosamu. Bapak yang baik hatinya, penyayang keluarga, pekerja keras, penderma semangat, petani kebaikan, pemanen rindu, semoga engkau selalu dalam keadaan baik di alam sana. Semoga surga untukmu kelak. Aamiin..Aamiin.. Aamiin ya Rabbal ‘alamin…

 

 

Sekali Lagi Kecewa pada Diri Sendiri September 5, 2019

Filed under: Uncategorized — rarasarumwidasworo @ 11:58 am

Ini mungkin saat-saat mengecewakan dalam diri saya. ketika merasa telah berusaha dengan sekuat tenaga dan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk menghadapinya. Tapi pada kenyataan segala usaha itu tidak sebanding dengan hasil yang ada. Jujur saya merasa sangat kecewa, kecewa pada diri sendiri, ingin teriak, menangis dan menyerah. lalu setelah itu apa yang akan terjadi, kalau saya lakukan itu semua. Ada hal yang saya yakini untuk menenangkan diri, salah satunya adalah rejeki itu hanya Allah yag Maha Tahu.
tapi tetap saja saya sedih ya Allah. mungkin ini salah satu hal yang bisa membuat Bapak sama Ibu bahagia, tapi belum bisa saya lakukan.
Saya sedih ya Allah, semoga ada gantinya ya . Ya Allah semoga saya menjadi seseorang yang bisa bersyukur atas segala-galanya ini .. aamiin

 

Tentang Kehilangan September 4, 2019

Filed under: Uncategorized — rarasarumwidasworo @ 3:42 am

Dalam hati kita saling tersenyum menghadapi berbagai masalah kehidupan, tentang kehilangan yang ketika kita menghadapinya terasa sesak dan merasa tak punya kekuatan lebih. Seperti yang saya alami dalam jarak 2 minggu ini. Saya kehilangan anak dan kehilangan Bapak untuk sementara. kenapa saya bilang sementara, sudahkah kita meyakini bahwa kehidupan yang kekal adalah kehidupan akhirat. Dunia ini hanya sementara dan fana.

Saya yakin saya akan bertemu Bapak lagi serta putri tercinta saya kelak di surga Allah.. insya Allah..AAmiin..

Tentang  kehilangan ini semoga mampu mendewasakan saya.. masalah atau ujian ini adalah pengingat saya untuk selanjutnya menjadi manusia yang banyak bersyukur dan lebih bahagia. Manusia yang berbeda dengan ketenangan dan kesholehahan.aamiin

Ya Allah jauhkan kami dari api neraka.. jauhkan kami dari godaan setan yang menakutkan.. Ya Allah ampuni dosa kami, dosa bapak ibu kami.. berikanlah tempat terbaik di surgaMu kelak. pertemukan lagi kami kembali dalam keadaan suci dan layak menjadi penghuni surgaMu,, aamiin