zonawidasworo

percaya dan resapilah

Langit senja Februari 15, 2013

Filed under: cerita,perenungan — rarasarumwidasworo @ 3:43 pm

Akhir-akhir ini jarang sekali saya melihat langit senja.
Semburat merah mengagumkan
Tersenyum,bangga ketika melihatnya, entah kenapa bisa seperti itu
Selama 19 tahun setiap ada kesempatan setiap sore saya selalu bisa mengaguminya , saat santai itu, saat sendiri itu atau saat berkendara di sebuah kota itu di kepenatan itu
Perasaan lelah hilang seketika ketika itu
Langit merah itu, matahari yang bersinar itu.. subhanallah..
Akhir-akhir ini mendung selalu menggelayuti matahari sehingga ia tak mampu memedarkan cahaya kemerahannya. Pilu rasanya, tubuh ini terasa sangat berat beraktivitas, hanya dingin yang selalu bersemangat merajuk. Keinginannya hanya bergumal dengan selimut di kamar yang hangat sambil membaca buku. Tapi bukan waktunya untuk bersantai bukan. Alasannya satu saya belumlah sesenja itu untuk bersantai,,hehe
Pernahkah kamu membaca sebuah tulisan seperti ini
Senja bagiku aku dan kamu di beranda rumah mendengarkan cucu-cucu kita yang sedang mengaji..via cahayarul

postingan itu ya,, hemm baget buat saya..

suatu senja bolehkah
aku dan kamu menjadi kita
suatu senja bolehkah
kita menjadi senja
senja yang mengagumkan
senja yang menanti cucu-cucu pulang mengaji
senja yang menemani mereka menanti makan malam siap disajikan
senja yang menceritakan mereka suatu pengalaman yang mengesankan
suatu senja bolehkah
kita bersama dalam senyuman yang tenang

 

Surat Dari Hujan Januari 12, 2013

Filed under: cerita,perenungan,surat — rarasarumwidasworo @ 1:45 pm

Hai apa kabar
Aku hanya ingin menyampaikan surat dari hujan yang jatuh di dekat jendelaku malam ini..
Namanya si Rin (alias si Rintik) sedikit aneh bukan…
Si Rin bilang ingin mengucapkan salam padamu..
Ok aku sampaikan karena aku sedang baik malam ini.
Katanya ia berasal dari dekat rumahmu yang jaraknya berkilo-kilo meter dari rumahku..
Ketika ia terbawa panas mentari ke atas rumahmu, ia melihatmu sedang merenung atau malah terlihat seperti hampir menangis katanya. (Apa masalahmu? Aku jadi curiga .. jangan-jangankau terlalu lelah membuat asa?) oh.. semoga saja tidak.
Kata si Rin kamu tak pantas untuk bersedih hati… “ belajarlah dariku” katanya “Aku tanpa sengaja terpisah dengan ibu dan ayahku, kalau bukan karena kemampuanku sendiri dan bantuan matahari, mana mungkin aku bisa melihat pemandangan yang indah ini dari atas. Yah aku akui , kalau aku terombang saat itu, oleh angin tentunya. Tapi kalau bukan karena angin aku tidak akan mampu melihat pemandangan lain bukan? Pemandangan yang aku lihat kadang indah, segar dan menyedihkan. Yah aku mampu belajar dari itu. Bahkan aku juga bertemu dengan air belahan bumi lain. Mereka begitu menenagkanku. Karena aku tidak merasa sendiri lagi. Tapi sehari sebelum aku samapai di dekat jendela kamar sahabatmu ini, aku sedikit sesak, air-air itu memenuhi areaku. Aku ingin bebas, hingga angin dengan baik hati menghembuskan nafasnya yang sedikit dingin, sehingga mampu memecah kami semua. Dan akhirnya terjadilah aku “Si Rin”.
Saat ini ketika kau menerima suratku dan membacanya aku berharap kau tidak bersedih lagi. Karena sendainya kau tahu proses hidupku masih panjang kawan. Tidakkah kau bayangkan setelah aku menulis surat ini aku masih harus ke tanah gelap itu. Tak taulah akan dibawa kemana aku, ke sungaikah, ke danaukah, atau aku tak mau mengira lagi.
Tapi yang aku yakini aku akan bertemu dengan mereka yang aku kasihi suatu hari nanti. Ya aku akan ke sebuah muara… lautan… di sana aku akan merasa bahagia..
suatu hari ..
aku ingin kau yakin. Kau juga akan bahagia di sebuah muara yang ingin kau tuju bersama yang kau kasihi…
setidaknya kau mempunyai kemampuan untuk menentukan kemana kau ingin pergi….
Dan
Yakinlah kawan
Bahagiamu kau sendiri yang menentukan
Life must go on!!
And keep Allah in your heart
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”
(Ar Ra’ad:28)
That’s all kawan
Sampai berjumpa lagi”
Sincerelly
Si Rin-

 

Langit setelah hujan November 18, 2012

Filed under: cerita,kenangan — rarasarumwidasworo @ 6:26 am
Tags: , ,

Ra- Udara setelah hujan kali ini begitu menyegarkan. Entah kenapa, apakah karena langit begitu cerah seperti langit di musim kemarau? ataukah hanya perasaan saya. Wah, menyenangkan seandainya saya beruntung kali ini saya akan dapat melihat pelangi yang indah. Pertama kali saya melihat pelangi adalah ketika saya masih SD. Ketika itu saya hendak pergi ke sekolah, berjalan kaki tentunya. pagi setelah hujan kala itu, sungguh mengagumkan. Berjalan perlahan sambil menikmati pemandangan dan udara yang mengesankan itu.
Saya merasa saat itu saya adalah anak yang paling beruntung dengan segala kebahagiaan. Tak ada tekanan, tak ada kebimbangan, dan tak ada masalah sama sekali. Saya masih ingat, saat itu saya mempunyai banyak sekali impian ( masuk smp favorit, punya banyak teman, menjadi populer..haha kind of kid dreams..)
Baiklah, semua impian iu sudah saya dapatkan selama 10 tahun ini ( kecuali menjadi populer.hehe). Walaupun sering kali saya merasa dibawah tekanan yang begitu berat. Alhamdulillah terlalui. Dan sekarang apa?
bukan apa yang akan saya dapatkan, tetapi apa yang akan saya berikan?
itu pun masih tanda tanya besar di benak saya

Langit yang cerah kali ini, angin semilir ini..
saya ingin memberikan keceriaan yang cerah seperti langit
memberikan kesejukan bagaikan angin semilir

 

Berpura-pura November 14, 2012

Filed under: cerita,perenungan,surat — rarasarumwidasworo @ 6:43 am

Apakah kamu sudah lelah?
Lelah berpura-pura menanti jawaban
Berpura-pura menunggu?
Saat ini aku sudah lelah, bukan sekedar berpura-pura
Tapi memang itu kenyataannya
Aku lelah menantimu
Lelah mengharapkanmu
Apakah harus aku lebih memperbaiki diri?
Lalu bagaimana caranya?
Aku lelah berpura-pura menjadi yang terbaik
Tapi memang aku ingin menjadi yang terbaik untukmu
Berpura-pura
Itu
Susah
Aku ingin kau menyukaiku apa adanya diriku
Tanpa pura-pura
Tanpa saling menuntut satu sama lain
Apakah bisa??
Apakah bisa kita bertemu saja ketika tidak ada kepura-puraan lagi
Disaat kita siap menerima satu sama lain
Disaat cinta adalah segala-galanya bagi kita
Disaat Allah meridhoi kita?

 

Navigator Kapal Oktober 6, 2012

Filed under: cerita,perenungan — rarasarumwidasworo @ 5:26 am

Dengan sesuatu yang aku miliki sekarang ini aku ragu mampu membahagiakanmu. Aku takut jatuh tenggelam lalu menghilang. Sebelum kutarik jangkar saja, layarnya sudah terombang-ambing tak menentu. Haruskah aku tak berlayar, dan tetap berlabuh saja di pulau kesendirian?. Ragu, kaku,kalut. Padahal tadinya aku sudah bahagia bersama mereka, burung-burung camar kecil yang begitu ceria beterbangan diatasku.Ketika kau kembali datang membawa badai kecil yang meninggalkan riak di lautanku. Sudah cukup kataku.. Aku tak mau terbawa arus lagi. Yang aku yakini sekarang adalah aku akan mempunyai navigatorku sendiri suatu saat nanti, dan tak akan mau mengikuti angin sepoi yang kau bawa. Aku akan putar halauan sekarang. Mungkin kata maaf yang cukup mewakili semua perasaanku.
aku pergi bukan untuk kembali
Namun bila kita bertemu lagi mungkin di waktu, di tempat, dan pada perasaan yang tepat .. aku bisa menjadi kapalmu dan kau navigatorku atas seizin Allah tentunya

 

wangi hujan September 21, 2012

Filed under: cerita,kenangan — rarasarumwidasworo @ 1:00 pm

Ra-semilir angin memasuki relung sore ini. yah karena hujan datang dan jatuh dengan derasnya. Setelah siang tadi begitu panas menyengat. Aku tak yakin matahari marah karena hujan jatuh tanpa mendung. Tapi aku yakin semua orang menyambut hujan dengan suka cita. Bukan saja karena tanah mulai retak mengering tanpa bisa ditanami, melainkan juga karena kerinduan mereka dengan aroma wangi yang semerbak menghambur setelah hujan menyeka.Aku turut bahagia, kerinduanku akan pemandangan hujan begitu nyata terasa sekarang ini, kenangan kembali menyapa ketika kecil, kenangan membuat kapal kertas yang mampu berlayar di kubangan air depan rumah. Tersenyumlah wahai petani, semoga hujan ini membasahi sawah kalian. Semoga musim hujan kali ini mampu memberikan berkah melimpah kepada para pembajak sawah, tanpa harus menyakiti orang-orang kota yang tinggal di beton-beton perkas.
” wangi huja sore ini sangat aku sukai seperti halnya wangi buku baru ;)”

 

Minal aidin wal faidzin ya ^^ September 3, 2012

Filed under: cerita — rarasarumwidasworo @ 12:50 pm

RA- Akhirnya menyadari bahwa seorang pesimis tidak akan mendapatkan apa2. Sejak awal harus selalu berpikir bahwa akan selalu mendapatkan yang terbaik.

Wah sudah lama sekali saya tidak memposting tulisan..kekekkke,, why??

U know lah,,, sibuk nyiapin makan buka n sahur pas ramadhan, and sibuk nyuci piring pas lebaran,,hehe

Sebenarnya cuci piringnya tidak boleh dijadikan beban, itung-itung nurunin berat badan yang naik gara2 makan terus. Actually I’m lil bit felling not really good,,huft ninggalin bulan ramadhan, bulan yang penuh keindahan, kebersamaan, dan keistiqomahan. Alhamdulillah ada beberapa kemajuan walopun dikit,,hehehe,, tapi  sayang puasanya ada yg bolong( biasa cew).. Semoga puasa yg dianggap ga bolong tetep diterima sebagai amal ibadah yang sah. Aamiin..

Terkadang agak ragu benarkah puasa seharian itu benar-benar puasa yang sebenarnya ato hanya nahan lapar atau haus saja.. Wallahualam.. Kita manusia hanya bisa berusaha masalah diterima ato enggaknya itu murni urusan Allah SWT…  cara berpikirnya gini aja kayak yg diungkapkan oleh seorang guru matematika pas sma (pak Larno) beramal itu bagaikan matematika: misalkan kamu melakukan satu hal positif lalu melakukan satu hal positif lagi apabila ditambah bukankah akan menjadi positif lagi tidak mungkin minus, paling tidak hasilnya 0. (bingung??? Saya juga,,he)

Ok hiruk pikuk lebaran sudah berakhir, keluarga jauh sudah pada pulang ke kota masing-masing untuk mengais rezeki dan saya juga harus bangkit.. Ayolah come on,, liburan sudah berakhir .. waktunya bekerja!!! Semangat untuk semuanya

O ya

Minal aidin wal faidzin ya.. Mohon maaf lahir batin

Selamat hari Raya Idul Fitri 1433 H

(maap telat ngucapinnya ^^)