zonawidasworo

percaya dan resapilah

kalau ada yang saya kagumi. mungkinn iya kamu, tapi bukan kamu secara nyata. aku kagum pada tulisanmu. tapi kenapa kamu ambil tulisanku ( sakitnya tuh disini :”( ) Oktober 14, 2014

Filed under: Uncategorized — rarasarumwidasworo @ 2:45 am
Iklan
 

mengeluh Januari 20, 2014

Filed under: Uncategorized — rarasarumwidasworo @ 12:20 am

Ra- Bagaimana aku melupakanmu? Dengar aku mengagumi karena mimpimu dan terkadang aku takut berpaling darimu , ketika keadaan tidak mendukung lagi, aku takut berpaling darimu.

ketika aku terdiam tidak menyapamu dalam sehari, anggap saja aku terlau pengecut, aku hanya tak ingin bosan mendengar keluhan-keluhanmu.

Jangan mengeluh sayang. Sejujurnya aku ingin selalu mengatkanmu dan menyemangatimu. Tapi jika kau lakukan itu berulang kali, lalu apa guna semangat dariku? sama sekali tak berhargakah? sehingga kau mudah mengeluh kembali. 

Dengar ada seorang kakak yang pernah menasehatiku “Mengeluh hanya akan menghabiskan beberapa energimu, yang seharusnya bisa kau gunakan untuk hal yang lain yang lebih berguna.”

Dengar sayang , aku harus mngubah presepsi, bahwa aku harus mencintaimu karena Allah tapi bukan sekarang. Karena belum tentu kita bersama, belum tentu kita satu arah. Walaupun aku yakin sayang kita satu tujuan.

Dengar sayang kaulah yang berharga, kau harus kuat. kau mendekati sempurna tanpa keluhan tentang hidup.

 

 

Pangeran Kecil Januari 19, 2014

Filed under: Uncategorized — rarasarumwidasworo @ 11:47 pm

Ra- Hari itu sebenarnya saya tidak berencana untuk mengajar di kelas empat. Tapi entah kenapa sejak saya sampai ke SD pagi itu, anak-anak kecil itu dengan antusias memanggil-manggil saya dan meminta saya untuk mengajar di kelas mereka. Yah baiklah, kebetulan guru kelas empat sedang sakit sehingga saya langsung saja masuk ke kelas mereka. Ritual pertama yang di lakukan mereka adalah berbaris di depan kelas lalu satu demi satu bersalaman dengan gurunya, dan pagi itu saya sebagai guru mereka. Mengesankan, mereka bersemangat seperti biasa, senyuman mengembang setelah bersalaman. Anak- anak itu sungguh luar biasa. Bagaimanapun tidak kerennya mereka, bagaimanapun anehnya mereka, bagamanapun nakalnya mereka, saya sangat menyayangi mereka bagai anak sendiri, walaupun saya belum mempunyai anak( curhatan guru single #jiahh).

Waktu pelajaran pun dimulai , saya dengan antusias memberi penjelasan, pertanyaan, jawaban, kuis bahkan gurauan. Hingga saat saya memerintahkan  mereka menulis rangkuman tentang pejaran hari itu. Saya kemudian duduk di meja guru dan mata saya tertuju pada sebuah buku yang lumayan lusuh, dengan berbagai robekan yang disengaja. Hati saya sakit seketika. Saya seperti merasakan perasaan penulis buku itu jika melihat hasil kerja kerasnya diperlakukan seperti itu, apakah sesakit seperti yang saya rasakan sekarang. Saya marah, tapi tidak saya ungkapkan seketika itu. Saya raih buku itu saya amati “Pangeran Kecil” Judulnya, sebuah novel anak terjemahan. Seketika saya meminta anak untuk tidak membuat kegaduhan dan meminta izin keluar sebentar. Hal yang pertama yang ingin saya lakukan adalah sedikit menyelamatkan buku itu.

Sisa jam pelajaran sedikit tidak menyenangkan, saya berusaha untuk bersimpati pada mereka, bahwa mereka tidak tahu apa-apa. Tapi pada akhitnya saya pun bertanya siapa yang melakukan hal yang tidak terpuji pada buku itu, dan hasilnya tak ada yang mengakui. Hal semacam inilah yang akan membuat mereka menjadi seorang yang tidak bertanggung jawab jika didiamkan. Tidak mengakui kesalahan dan tidak menghargai karya orang lain.

Untuk pertemuan selanjutnya anak-anakku, ibu akan menceritakan pada kalian sebuah cerita tentang buku yang sudah kalian rusak itu.. buku yang halaman 8 telah menghilang

Buku itu, ibu yakin akan membawa kalian kesebuah negeri yang berbeda. Negeri yang ada pangeran kecilnya yang menanti kalian memahami dan mengerti satu sisi dalam kehidupan

Dan semoga kalian selalu bisa belajar memaknainya dan menjadi dewasa yang mengagumkan di masa depan.

Untuk “Pangeran Kecil” maafkan anak-anak saya ya..

Semoga engkau buku pertama dan terakhir yang tidak mendapat perlakuan baik dari anak-anak saya itu.

 

Ayo Pulang Agustus 16, 2013

Filed under: Uncategorized — rarasarumwidasworo @ 8:02 am

Ayo pulang
Apakah kau tak rindu rumah yang hangat itu, bahkan masakan terenak sudah tersajikan disana. Ada ibu yang siap memelukmu dengan kehangatanya, ada ayah yang menyejukkan dengan senyumannya.
Ayo pulang
Apakah kau tak rindu udara segar khas pedesaan, dengan ranum hijau padang ilalangnya. Ada jangkrik yang masih belum bosan menyuarakan syairnya. Ada pohon rambutan dibelakang rumah yang siap kau pangkas habis.
Ayo pulang
Setidaknya mereka merindukamu. Bukan karena kau sudah dewasa hingga sekarang, bukan karena kau mampu membawa mobil mewah dari kota rantaumu, bukan karena segala pernik oleh-oleh yang kau ingin bagi.
Ayo pulang
Keluargamu hanya ingin menemuimu.



-RA-

 

ini kutipan so sweet sekali :”) Agustus 4, 2013

Filed under: Uncategorized — rarasarumwidasworo @ 9:02 pm

“Aku tahu banyak hal yang perlu kita bicarakan. Banyak pertanyaan yang harus dijawab. Kita masih muda, banyak cita-cita dan keinginan di masa depan. Tapi aku tak tahu lagi bagaimana harus bercita-cita, jika di masa depan nanti kamu tak ada. Masih banyak waktu untuk menjawab setiap pertanyaan. Sekarang, aku hanya ingin memastikan satu hal. Maukah kau menjadi istriku?”

– Basith to Shekina. Keajaiban rezeki the novel. Tasaro GK
dari http://www.dioramarasa.tumblr.com

 

purnama Juli 23, 2013

Filed under: Uncategorized — rarasarumwidasworo @ 11:23 pm

-Dan purnama pun kembali bersinar sempurna menerangi malam indah penuh berkah ini. Dan aku masih saja mengaguminya dengan ucapan Subhanallah. Dan ketika kerinduan kembali datang, dia menemani. Kerinduan akan segera hilang termakan waktu. Dan kegaguman menjadi penghambaan. Dan tak ada lagi kata “dan” karena kau aku sudah sama bukan lagi “aku dan kau” melainkan kita –
Percakapan Bulan dan Bintang
BINTANG :
Bintang yang paling kecil datang berbisik padanya, bukankah ini langit kita? Kenapa engkau selalu menjadi tokoh utama setiap purnama?. Aku menghilang dalam redup tak terlihat jelas. Seandainya tidak ada yang menyanyikan lagu “Bintang Kecil”, aku akan menjadi lebih besar dari sekarang mungkin. Sedangkan engkau apakah apabila orang-orang tidak menyanyikan ” Ambilkan Bulan” kau masih merasa dikagumi.
Bukan maksudku untuk iri dan tidak menyukaimu, aku hanya lelah sendiri ditempat terjauh, aku tak bisa berdekatan denga bintang lain. Aku hanya si sepi dengan bertugas hanya menghiasi.
BULAN :
Bulan merasa bersalah, ia pun menjawab . Bukankah kau lebih berkuasa, kau punya cahayamu sendiri, tanpa perlu pedaran dari semacam matahari agar kau bersinar. Bersyukurlah, sekecil apapun kamu. Kamu adalah dirimu. Dirimu yang tak sama denganku. Apakah kau masih sedih, langit ini langit kita. Langit yang sama sebagai rumah kita. Kau indah bukan hanya sebagai penghias, kau nyawa bagi langit ini. Tanpamu langit mati, hitam dan lumpuh. Aku bersyukur kau ada, sehingga aku dapat terlihat.
Kau ada dan aku terlihat
Maka tersenyumlah, berkediplah genit
Kau tak akan dilupakan dengan mudah 

 

kapan ketemu? Juli 14, 2013

Filed under: Uncategorized — rarasarumwidasworo @ 11:13 am

Jika kamu bertemu orang yang bisa membuatmu tersenyum ketika orang lain membuatmu menangis, teruslah bersamanya. @pepatah